Psikologi

Betapa Mudah Menuduh Orang Lain Sombong

ORANG yang tak paham psikologi, sering dengan mudah mengatakan “Kamu kok sombong” atau mengatakan “ Si A itu sombong”. Tapi kalau ditanya “Apakah kamu sudah mengenalnya secara pribadi?” Biasanya jawabannya “Belum”. Jadi, alangkah buruknya mengatakan orang yang belum dikenalnya secara pribadi sebagai orang yang sombong. Sebab, dengan mengatakan orang lain sombong, disadari atau tidak disadari dia merasa tidak sombong dan tidak pernah sombong. Justru, sikap yang demikian juga merupakan sikap sombong.

Definisi sombong

Secara umum, definisi sombong yaitu sikap moral yang “merasa lebih” dibandingkan orang lain.

Penyebab sombong

-Merasa lebih/paling suci

-Merasa lebih/paling pandai

-Merasa lebih/paling tahu

-Merasa lebih/paling pintar

-Merasa lebih/paling kaya

-Dll

Bukan sombong

-Orang yang berpura-pura sombong dengan tujuan agar orang lain menyadari bahwa ada orang lain mempunyai nilai lebih (added value), bukanlah termasuk sikap sombong.

-Orang yang percaya diri atas kemampuan lebih yang dimilikinya bukanlah termasuk sikap sombong

-Orang yang berkata sambil menunjukkan fakta sebagai kebenaran lebih,bukanlah termasuk sikap yang sombong

-Orang yang menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya,bukanlah termasuk sikap sombong.

Semua orang bisa dinilai sombong

Kalau Si A menilai Si B sombong, maka sesungguhnya Si B juga bisa menilai Si A sombong.

Menilai orang lain sombong juga termasuk kesombongan

Dengan mengatakan orang lain sombong, maka orang yang mengatakan demikian, disadari atau tidak disadari juga memiliki rasa lebih, yaitu merasa lebih suci dibandingkan orang yang dikatakan sombong. Seolah-olah dia tidak pernah sombong seumur hidupnya.

Sombong merupakan sikap yang manusiawi

Omong kosong kalau di dunia ini tidak ada orang yang tidak pernah sombong. Sebab, sombong atau tidak sombong sifatnya relatif.

Macam-macam sombong

-Sombong dengan tujuan menyombongi orang lain yang sombong sesungguhnya merupakan proses teguran dan penyadaran

-Sombong sebagai kritik, terutama terhadap orang lain yang snob (sok tahu,sok mengerti dan sok pintar)

-Sombong karena kelainan kepribadian, yaitu orang yang sombong yang bertujuan mencari kepuasan psikologis dengan cara yang keliru

-Sombong karena lupa atau tidak tahu kalau orang yang dihadapinya lebih berkualitas dibandingkan dirinya

-Sombong sebagai proses teguran dan penyadaran terhadap orang lain bahwa yang dikatakan adalah sesuatu yang salah

-Sombong religi, yaitu merasa agamanyalah yang paling sempurna. Sedangkan agama lain merupakan agama yang tidak sempurna

-Sombong sebagai shock therapy terhadap orang lain yang sungguh-sungguh sombong

-Sombong artifisial, yaitu pura-pura sombong karena bertujuan memancing reaksi orang lain untuk mengukur tingkat emosi orang lain tersebut

-Sombong merupakan bahasa iklan. Seolah-olahnya produknyalah yang paling berkualiitas sedangkan produk lain kurang/tidak berkualitas.

-Sombong sebagai gaya bahasa,antara lain di cerpen, novel, cerita bersambung, artikel, status di Facebook dan semacamnya.

-Sombong sebagai sikap pura-pura (pura-pura sombong) yang pada umumnya ingin melihat reaksi orang lain.

-Sombong akibat kebodohan. Merasa lebih pandai dibandingkan orang lain yang benar-benar pintar.

-Sombong karena tersinggung

-Sombong karena gelar sarjana, gelar haji, pangkat, jabatan, penghargaan-penghargaan, kekayaan (harta dan uang).

-Sombong politis karena menganggap partainya yang paling bersih dan antikorupsi

-Sombong karena menolak kebenaran orang lain

-Sombong karena merasa pendapatnya sendiri yang benar, padahal ada pendapat orang lain yang sesungguhnya benar dalam arti yang sesungguhnya

-Sombong permanen karena sejak kecil hingga besar tetap sombong

-Sombong tidak permanen yang disebabkan karena faktor situasional

-Sombong karena mengikuti bisikan iblis

-Sombong tersamar karena berkedok agama

-Sombong tetapi punya alasan-alasan yang rasional dan ditunjang penalaran-penalaran faktual

-Sombong karena tidak mau mengakui pendapat orang lain yang lebih pandai

-Dan masih banyak macamnya sombong dan tidak semua sombong itu negatif, ada juga sombong yang positif tergantung motivasi dan tujuan.

Orang sombong tidak masuk surga?

Ya tidak otomatislah. Ada sombong yang ringan, ada sombong yang sedang dan ada sombong yang berat. Tuhanlah yang menetukan siapa yang berhak masuk sorga dan siapa yang tidak masuk sorga. Sebab, antara kesombongan dan pahala, akan ditimbang.

Sombong bukan ranah agama saja

Sombong ada di mana saja. Bisa di sektor politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, hukum, HAM, teknologi dan lain-lain.

Kesimpulan

1.Semua orang punya potensi sombong

2.Sombong itu bisa positif bisa negatif tergantung motivasi dan tujuannya

3.Sombong religi adalah sombong yang paling buruk (merasa agamanyalah agama yang paling sempurna apabila dibandingkan dengan agama-agama lain)

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku

Sejak 1973

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s