Memilih Power Bank yang Berkualitas


Sebelum kita membahas mengenai cara memilih power bank yang paling bagus dan paling tepat untuk ponsel/tablet kita, ada baiknya Anda mengenali panduan penggunaan dan beberapa istilah yang terkait dengan produk power bank.


Bagaimana cara men-charge (cas) power bank saat sudah “low power” dan berapa lama waktunya?

Power bank yang bagus Power bank diisi dan dicolokkan menggunakan kabel charge ponsel atau melalui kabel USB di kamputer (laptop) atau berbagi energi melalui power bank yang lain. Lama waktu pengisian power bank tergantung pada kapasitas power bank tersebut. Jika kapasitasnya besar, maka itu membutuhkan waktu lebih lama. Ini juga tergantung pada muatan pengisian power bank. Jika Anda menggunakan original charger, maka akan penuh lebih cepat dibandingkan menggunakan USB dari laptop / komputer Anda. Jadi, dapat simpulkan ada 3 faktor yang mempengaruhi berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi power bank, yakni kapasitas power bank, jenis charge plug yang digunakan, dan merek power bank tersebut (asli/palsu).

Power bank 1000mAh = 2-3 jam charge

Power bank 5000mAh = 5-6 jam charge

Power bank 10000-15000mAh = 8-10 jam

Power bank 20000mAh = 12 jam charge

Satu saran penting, Anda sebaiknya jangan menggunakan power bank untuk mengisi baterai ponsel ketika Anda masih sedang men-charge power bank tersebut.

Apa itu mAh? Apakah sebuah Power Bank yang berkapasitas 12000mAh bisa untuk mengisi baterai ponsel 1500mAh sebanyak 8 kali?

Mungkin orang sering berpikir bahwa cara menghitung penggunaan daya energi yang tersimpan dalam power bank adalah seperti ini: (12000mAh : 1500mAh) = 8 kali pengisian. Jadi dianggap power bank terebut bisa dipakai sebanyak delapan kali untuk mengisi baterai ponsel berkapasitas 1500mAh. Padahal hal ini kurang tepat. Untuk memperolah angka pengisian yang tepat, silakan gunakan rumus ini:

(Kapasitas Power Bank) x (Conversion Rate) x (Phone Baterry Health) : (Phone Capacity)

Sebagai contoh:

Sebuah power bank 12000mAh yang memiliki Conversion Rate 0.8 akan digunakan untuk mengisi baterai ponsel 1500mAh dengan nilai kesehatan baterai 0.8. Berapa kali power bank tersebut bisa dipakai setelah dicharge penuh?

(12000mAh x 0.8 x 0.8) : 1500mAh = 5,12 (sekitar 5 kali cas)

Apa yang dimaksud dengan Conversion Rate, Phone Baterry Health, dan PCB?

Conversion Rate adalah ‘kebocoran’ kapasitas battery di sebabkan oleh suhu ataupun PCB operation. Biasanya, kita akan gunakan conversion rate 0.8. Sementara itu, Phone Battery Health adalah angka yang menunjukkan tingkat kesehatan baterai ponsel. Seperti yang kita tahu, baterai ponsel/tablet memiliki umur atau kualitas yang terus menurun dari waktu ke waktu. Jika Anda telah membeli sebuah ponsel setahun lalu, maka daya isi baterainya akan cepat habis. Sementara itu, yang dimaksud PCB adalah Printed Circuit Board, merupakan bagian pengontrol operasi power bank. Hampir sama seperti mother board pada laptop / PC. PCB yang bagus dan berkualitas tinggi akan menjamin ketahanan power bank Anda.

Power bank menggunakan baterai jenis apa?

Kebanyakkan model power bank menggunakan baterai dari jenis Li-thium dan Li-Polymer. Lalu, apa perbedaan antara Li-Thium dan Li-Polymer? Baterai Li-thium memiliki ukuran yang tetap, sedangkan Li-Polymer lebih fleksibel, artinya dapat dibentuk berdasarkan model power bank. Baterai Li-thium akan menghasilkan panas lebih dibandingkan dengan baterai Li-Polymer. Jadi, Li-Polymer lebih aman dan hemat. Dari sisi harga baterai Li-thium lebih murah dibandingkan baterai Li-Polymer. Oleh karena itu, Anda akan menemukan model power bank yang dijual lebih murah padahal kapasitasnya sama. Baterai Li-thium memiliki kebocoran daya yang tinggi, sehingga Anda harus lebih sering mengisi power bank dibandingkan power bank dengan baterai Li-Polymer. Selain itu, baterai Li-thium memiliki ketahanan baterai yang lebih rendah dibandingkan Li-Polymer.

Cara Pilih Model Power Bank yang Bagus

power bank terbaikBagaimana cara memilih power bank yang bagus dan paling tepat untuk kebutuhan gadget kita? Inilah panduan yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

  1. Disarankan memilih power bank dengan kapasitas besar

Faktor pertama yang sering menjadi bahan pertimbangan saat membeli power bank adalah daya tampungnya. Power bank dengan kapasitas besar akan mampu menyimpan suplai energi lebih banyak sehingga bisa dipakai berkali-kali untuk mencharge gadget Anda. Power bank berkapasitas besar disarankan untuk dibeli bagi Anda yang memiliki lebih dari perangkat mobile (ponsel/tablet) serta bagi Anda yang lebih sering beraktivitas di luar ruangan yang jauh dari sumber daya listrik, misalnya traveler. Selain harga yang lebih mahal, kekurangan dari powerbank berkapasitas besar adalah pengisian dayanya yang cukup lama serta bobotnya yang cukup berat dan ukurannya lebih besar sehingga tidak nyaman dibawa di saku. Oleh karena itu, memang tidak menjadi patokan utama bahwa power bank kapasitas besar selalu lebih baik dan paling pas, karena tergantung dari kehidupan pribadi dan kebiasaan Anda dalam menggunakan smartphone atau tablet. Power bank asli yang berkapasitas 14.000 mAh sudah cukup menyambung nyawa sebuah iPhone dan iPad dalam sehari.

  1. Cari merek yang sudah popular

Secara sederhana, pilihlah merek Power Bank yang sudah dikenal di seluruh dunia. Ini karena, di pasar Indonesia khususnya sudah muncul banyak merek yang agak meragukan. Sejauh mungkin, pilih merek yang memiliki sertifikasi UL untuk lebih memastikan originalitas dan keamanan. Berdasarkan situs TopTenReviews.com, inilah daftar merek power bank terbaik tahun 2017:

Anker Astro E3 ($22)

Jackery Giant+ ($23)

Hyper Juice Expand ($100)

Mophie Powerstation XL ($75)

TYLT Energi 12K ($80)

EasyACC Power Bank ($23)

RAVPower RP-PB07 Element ($24)

MyCharge The Hub 9000 ($50)

 

Sementar itu, di pasar Indonesia merek-merek Power Bank yang cukup populer adalah:

Power Bank Vivan (Samsung Cells)

Power Bank Xiaomi

Power Bank Samsung

Power Bank Sony

Power Bank Bcare

Power Bank Romoss

Power Bank Yoobao

Power Bank Hippo

Power Bank Enerpad

Power Bak Mypower Probox

 

  1. Pilih power bank yang kompatible dengan perangkat Anda

Saat memilih power bank, lihatlah kompatibelitas (kecocockan) power bank tersebut dengan perangkat yang kita miliki. Ini biasanya tertera pada kemasannya. Power bank yang kurang cocok bisa memberi efek tidak baik, bahkan merusak atau memperpendek umur baterai gadget yang kita miliki.

  1. Perhatikan garansinya

Untuk keamanan, coba pilih Power Bank yang memiliki jaminan minimal setahun. Jaminan tersebut juga perlu diteliti terkait syarat dan ketentuan. Oleh karena itu, saat pembelian periksa di mana Anda dapat mengirim Power Bank dengan jaminan jika ada masalah timbul. Seringkali sebuah produk elektronik rusak karena kesalahan atau kecerobohan pengiriman atau distribusi dari pabrik ke toko penjualan. Membeli power bank yang bergaransi biasanya merupakan produk original, meskipun harganya lebih sedikit mahal.

  1. Cermati fitur keamanan

Jika bisa, pilih Power Bank yang memiliki fitur-fitur keamanan khusus yang mampu melindungi ponsel dan Anda sendiri. Power Bank yang tidak memiliki Safety Protection berpotensi mengakibatkan kerusakan yang fatal pada gadget kita. Jangan segan bertanya kepada penjual, apakah Power Bank ini memiliki fitur keamanan seperti perlindungan short circuit, pengisian berlebihan atau suhu. Fitur keamanan Short Circuit Protection akan mampu memproteksi terhadap arus pendek yang mungkin menimbulkan kebakaran atau ledakan ketika digunakan. Fitur keamanan Overcharge Protection berperan dalam mengontrol powerbank itu sendiri manakala mengalami charging berlebih ketika pengisian baterai ponsel sudah penuh. Power bank yang tidak dilengkapi fitur ini akan merusak baterai powerbank dan juga cell baterai dari smartphone Anda saat charging berlebih. Dan fitur keamanan yang cukup penting adalah Temperature Protection yang berfungsi memberikan perlindungan agar tidak menimbulkan panas yang berlebih.

  1. Pilih power bank yang memiliki layar indikator

indikator power bankBeberapa Power Bank menawarkan layar indikator yang berbeda-beda untuk beberapa fungsinya. Ini sangat penting untuk mengetahui informasi pada Power Bank Anda seperti angka pengisian, sisa daya suplai, kegiatan sekarang dan sebagainya. Dengan indikator ini, pengguna dapat lebih mudah mengetahui terkait waktu pengisian dan tentunya kita bisa merencanakan kapan waktu yang tepat untuk mengisi ulang powerbank karena pengisian powerbank tidak sebentar apa lagi kapasitasnya besar yang bisa membutuhkan waktu lebih dari 10 jam agar terisi penuh.

  1. Pilih model power bank yang berisi lubang daya output lebih dari satu

Perhatian tegangan pada port output Power Bank yang sedang Anda pantau. Contohnya seperti 5V / 1A atau 5V / 1.5A dan sebagainya. Ini karena output ini memiliki pengaruh pada proses kecepatan pengisian dan juga produksi listrik secara maksimal. Beberapa model power bank hanya dilengkapi dengan satu daya output, sebagian lainnya lebih dari satu, terutama power bank dengan kapasitas besar. Rata-rata lubang konektor yang disediakan terdiri dari dua output, yakni 1A untuk mengisi baterai smartphone, GPS, dan MP4, serta output 2A yang dimanfaatkan untuk mencharge baterai MIDs seperti iPad, namun bisa juga untuk mengisi baterai ponsel. Ketika Anda mengisi ulang baterai ponsel melalui konektor output 2A, maka akan lebih cepat terisi, yakni 2 kali lebih cepat dari konektor 1A. Namun, tidak semua tipe ponsel berlaku hal tersebut karena menyesuaikan standar kapasitasnya.

  1. Cari power bank yang dilengkapi konektor untuk tipe USB atau plug yang berbeda-beda

Seperti yang kita ketahui, berbagai produk elektronik memiliki tipe USB yang bervariasi, misalnya gadged buatan Apple memiliki konektor yang berbeda dengan Samsung ataupun Sony. Demikian juga beberapa produk kamera digital harus dicolokkan dengan konektor dengan ukuran yang berbeda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memilih power bank yang sudah include dengan berbagai tipe USB, sehingga bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai dari berbagai perangkat mobile lainnya.

Sat hal yang penting, saat menggunakan power bank untuk mengisi gadget kita, maka sebaiknya memakai kabel asli bawaan gadget tersebut. Hal ini karena kabel dan konektor bawaan tersebut sudah disesuaikan dengan spesifikasi dari perangkat gadget yang kita miliki. Adapun kabel atau konektor pengisian yang dimiliki power bank, sebaiknya digunakan sebagai cadangan saja. Untuk penggunaan yang lebih baik dengan fitur terbaik, Power Bank tersebut perlu memiliki dukungan untuk kabel data original perangkat (smartphone atau tablet) Anda. Ini karena, kabel data charger original perangkat Anda akan mengalirkan listrik dari Power Bank dengan lebih stabil.

  1. Perusahaan produsen

Cari informasi yang memadai terlebih dahulu terkait perusahaan produsen atau pabrik yang memproduksi Power Bank yang bakal Anda pilih. Apakah benar perusahaan tersebut memiliki keahlian dan industri baterai atau tidak. Ini untuk menghindari Anda membeli Power Bank dari perusahaan yang tidak sahih keberadaannya.

  1. Produk power bank harus memenuhi standar CE dan FCC

standar ceKita sering melihat label CE dan FCC di berbagai produk elektronik. Produk power bank yang telah mendapatkan sertifikat CE (European Standard) dan FCC (US Federal Communications Commission) tersebut menjamin keamanannya ketika digunakan dalam pesawat atau pada mode transportasi umum lainnya. Jangan pernah membeli power bank yang tidak memiliki sertifikasi, baik itu SNI ataupun sertifikasi lainnya seperti UL Certification, karena artinya power bank tersebut belum melewati uji standardisasi. Power bank tanpa sertifikasi juga menAndakan kualitas yang buruk serta dapat merusak gadget Anda.

  1. Cermati segala fitur tambahan yang terdapat pada power bank

Fungsi utama power bank adalah menyimpan cadangan energi listrik untuk digunakan mengisi baterai perangkat mobile di saat jauh dari sumber listrik. Namun, beberapa produk power bank yang beredar di pasaran saat ini telah ditambahi dengan berbagai fitur menarik, seperti flash disk, pemutar musik, lampu senter, hingga wifi. Ini akan memberikan nilai tambah kepada Power Bank tersebut. Namun perlu juga diperhitungkan selagi tidak mempengaruhi fungsi utama Power Bank tersebut. Jika fitur-fitur tersebut sudah ada pada smartphone Anda, maka sebaiknya memilih power bank yang hanya berfungsi sebagai power bank saja.

  1. Kualitas cell dari power bank

Kualitas bukanlah penentu kinerja Power Bank itu sendiri, tetapi akan mempengaruhi kecepatan akurasi dalam memenuhi pasokan listrik. Salah satu kualitas dan keawetan power bank ditentukan oleh cell yang dipakainya. Beberapa merek cell yang bagus yakni Japan Cell, Samsung Cell atau Sanyo Cell yang bisa Anda ketahui melalui keterangan yang tertera pada box powerbank tersebut. Jadi pilihlah powerbank yang memiliki cell bagus dengan cermat membaca kemasan power bank tersebut.

  1. Bandingkan harga power bank

Harga menentukan kualitas. Tinjau harga Power Bank dengan kapasitas yang tertentu terlebih dahulu sebelum mulai memantau pada distributor atau penjual-penjual. Pastikan Anda telah memiliki daftar secara kasar harga yang sesuai dengan kapasitas Power Bank. Dari sana, Anda dapat bisa menilai apakai itu layak dan sesusai seperti yang Anda inginkan. Jangan takut untuk membeli power bank yang agak mahal tetapi memberikan jaminan mutu terbaik. Produk murahan sering kali cepat rusaknya, dan parahnya lagi juga merusak baterai gadget yang Anda sayangi, sehingga semakin besar potensi kerugiannya. Saat ini kita sudah bisa mendapatkan powerbank dengan kapasitas besar dengan merek yang bagus dengan kisaran harga Rp. 500.000 – Rp.700.000.

  1. Model power bank

Model Power Bank adalah persoalan terbesar yang akan bermain di pikiran setiap calon pengguna. Dengan dumping model-model Power Bank di pasar, pilih sesuai keinginan Anda termasuk dari segi ukuran, fisik, bentuk, warna dan sebagainya. Kuncinya adalah model yang efesien (tipis, kecil, dan simple), namun efektif (kapasitas besar).

  1. Pilih yang asli (original)

power bank terbaikSaat ini ada banyak produk power bank yang menawarkan keunggulannya masing-masing. Namun, seringkali konsumen membeli power bank yang bermerek terkenal tetapi rupanya produk tiruan. Sudah keluar uang banyak, tetapi malah dapat yang palsu. Produk replika pasti cepat rusak dan tidak sebagus produk aslinya. Untuk menentukan produk yang asli atau plasu ternyata gampang-gampang susah. Kita tentu tidak harus percaya begitu saja apa yang diucapkan oleh penjual, karena terkadang mereka juga belum tentu dengan pasti produk power bank yang asli atau bajakan.

Cermati hologram yang tertempel pada produk atau kemasan, perhatikan juga kesesuaian kapasitas dan beratnya. Umumnya power bank berkapsitas besar memiliki berat fisik yang lebih. Namun seringkali para produsen palsu menambahkan logam di bagian dalamnya sehingga terkesan asli. Cermati pula perbandingan harganya. Power bank yang berkualitas dan asli tidak mungkin ditawarkan dengan harga rendah, kecuali sedang ada promo / diskon. Beberapa jenis power bank memiliki kode seri produk yang bisa dicek di situs pembuatnya, termasuk periode garansinya.

Nah, demikianlah kiat dan tips dalam memilih dan membeli produk power bank yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas kita. Sebagai penutup, berikut ini disajikan tips cara merawat power bank agar awet dan tahan lama. Apa saja yang harus dilakukan?

Cara Menjaga Power Bank tetap Bagus

  • Jangan mencharge ponsel dengan power bank ketika power bank sedang dicharge.
  • Jangan melakukan pengisian powerbank terlalu lama. Meskipun sudah dilengkapi fitur keamanan, mencharge terlalu lama dapat mempengaruhi kinerja baterainya. jadi ketika sudah penuh dan lampu indikator menunjukkan pengsian sudah penuh, maka segera cabut.
  • Hindari meletakkan power bank di tempat yang memiliki kelembaban tinggi atau bersuhu tinggi. Banyak orang sering menaruh power bank di dalam mobil yang sedang di parkir di bawah panas matahari.
  • Jaga power bank tetap kering dan jangan dibersihkan dengan menggunakan air atau bahan kimia lainnya.
  • Ketika powerbank mengeluarkan bau yang aneh, sebaikknya jangan digunakan dan taruh di tempat yang aman untuk menghindari kemungkinan meledak.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s