Pengaruh Stabilitas PSU pada Komponen PC


Kita sering dengar katanya, kalau  pakai PSU 350watt/lower itu nggak “ngangkat” kalau dipakai VGA Highend seperti  6600GT atau X800. Yang dimaksud dengan “ngangkat” itu apa sih? Sama sekali down gak bisa hidup, bisa juga hidup tapi performanya kurang. Terus kalau pakai PSU 450watt/higher, efek yang paling dirasakan apa?

Potongan cerita di atas, betapa pentingnya PSU dalam kinerja sebuah PC.

psu 01Pentingnya PSU (Power Supply Unit)dalam sebuah PC adalah seperti kondisi listrik di Indonesia saat ini. Kebutuhan konsumsi akan listrik meningkat, namun sumbernya tidak dapat memenuhi pada saat beban puncak, solusinya… ya pemadaman bergiliran yang tidak akan memuaskan semua pihak.

Lalu bagaimana dengan PSU dan PC? Coba Anda kalkulasi berapa dana yang Anda keluarkan untuk menebus processor, motherboard, hardisk, VGA dan optical drive? Lalu seluruh komponen tersebut bergantung hidup dan matinya pada sebuah PSU yang harganya mulai dari Rp. 100.000 sampai jutaan. Apakah pantas, komponen-komponen yang bernilai jutaan bergantung nasibnya pada sebuah PSU berharga Rp.100.000 ? Ini sekedar pandangan saja.

Ok, mari kita lihat masing masing kebutuhan pada rail PSU. Sebelumnya, perlu kita pahami bersama, fluktuasi rail dan total daya adalah hal yang berbeda. Anda bisa saja memiliki PSU 1000 watt namun belum tentu fluktuasi railnya baik.

Fluktuasi rail yang abnormal (di atas 5%–ini menurut saya pribadi) disebabkan oleh hal hal berikut :

  1. Kebutuhan tegangan yang sudah melebihi ambang batas toleransi pabrikan (hal yang sering dilakukan oleh overclocker’s)
  2. Ada salah satu komponen atau lebih dari satu komponen yang membutuhkan daya yang sangat besar (umumnya pada kartu grafis)
  3. Kualitas PSU yang tidak dapat dipertanggungjawabkan

Di Indonesia pada umumnya, point no.3 yang paling banyak dipertanyakan.

Kenapa fluktuasi rail yang abnormal bisa menyebabkan kerusakan ? Karena masing masing komponen elektronik memiliki batas toleransi. Bila toleransi ini telah dilewati, otomatis dapat merusak komponen secara permanen.

+12 volt pada PSU sangat dibutuhkan oleh tegangan processor (bahkan sampai dirilis standarisasi 24 pin untuk menyuplai tegangan 12 volt yang lebih baik pada motherboard terbaru), hardisk, optical drive, cooling device seperti HSF, beberapa model watercooling bermerk.

+5 volt, beberapa motherboard mengambil tegangan memory dari +5 volt. VGA AGP membutuhkan tegangan dari +5 volt, beberapa periperal add-on pada PCI juga membutuhkan tegangan +5 volt. Perlu diingat, nilai tegangan +5 volt yang berlebihan dapat menyebabkan anomali pada beberapa VGA Card.

+3.3 volt, dibutuhkan oleh tegangan memory (vdimm), VGA berbasis PCI-e juga mengambil daya dari +3.3 volt.

Semua hal yang berkekurangan atau juga yang berlebihan pada masing masing rail akan berdampak negatif pada komponen. Terlebih lebih pada beberapa IC yang memiliki toleransi yang sangat rendah, terkadang dengan fluktuasi diatas 3% saja, komponen komponen ini dapat mengalami kerusakan.

Hal ini dapat dihubungkan dengan beberapa model motherboard yang akrab dengan overclocker’s. Mengapa pabrikan pabrikan ini memberikan opsi tegangan yang sangat extreme ? Tentu saja karena mereka menggunakan komponen komponen yang memiliki toleransi yang sangat tinggi. Ambang batas komponen yang mereka gunakan lebih tinggi dibandingkan toleransi komponen komponen pada motherboard reguler. Namun tetap saja para pabrikan seperti ini mengAndalkan PSU yang cukup memadai agar kinerjanya dapat maksimal.

Dampak dari tidak normalnya tegangan +12Volt :

  • komputer tidak aktif (blanking)
  • Perangkat yang membutuhkan +12V menjadi tidak normal,bahkan bisa menyebabkan terjadinya kerusakan. Seperti HDD or ODD rusak padahal baru beli, CPU terbakar karena supply dari PSU menuju module pengolah VCore tidak normal sehingga komponen pada module tersebut rusak yg menyebabkan kemungkinan terjadi overload pada VCore untuk CPU.
  • Kapasitor Elco cepat melembung atau bahkan meletus, karena tidak normalnya tegangan ini.

Dampak dari tidak normalnya tegangan +5Volt :

  • Komputer tidak aktif
  • komponen yg membutuhkan tegangan ini tidak berjalan dengan baik…atau bahkan bisa mengakibatkan kerusakan. Komponen yg membutuhkan tegangan ini adalah semua Chipset2 yg terdapat dimobo dan juga sebagian komponen elektronika…Bile tegangan ini abnormal maka tidak tertutup kemungkinan terjadi IC terbakar, PCI card tidak aktif…HDD or ODD tidak aktif…bahkan perangkat lain pun yg menggunakan interface USB bisa rusak (karena VCC USB diambil dari +5Volt).

Dampak dari tidak normalnya tegangan +3.3Volt :

  • Komputer blank dan tidak normal, Memori tidak terdeteksi, VGA tidak terdeteksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s