Setahun Sekali?


Minta maaf kok setahun sekali? Hehehe…. padahal kesalahan terjadi berulang kali. Kemana rasa rendah diriku selama sebelas bulan ini? Dari bulan Muharam sampai dengan bulan Syaban, kesombongan menghiasi diri. Ketika berbuat salah, maka kemudian mencari pembenaran. Ketika berbohong kemudian berdalih. Ketika diminta, kemudian memalingkan muka. Ketika orang meminta maaf, kemudian aku busungkan dada.

Seiring Ramadlan dan Idul Fitri tiba, seketika permintaan maaf mengalir deras. Melui lisan, tulisan hingga mengirimkan bingkisan, hanya sekedar untuk permintaan maaf. Hah… aku mengerjakan perintah sang Khaliq ataukah hanya ikut-ikutan tradisi? Ikhlaskah aku ketika aku meminta maaf. Leburkah rasa tinggi hatiku ketika aku meminta maaf.

Puncaknya pada hari raya Idul Fitri, semua tarif transfortasi ikut naik, beragam persentase kenaikannya, begitu pula harga kebutuhan pokok. Alasan pembenarannya setahun sekali. Sampai-sampai tukang ojek di kampung ikut-ikut menaikan tarifnya sampai 2-3 kali lipat, kalau ditanya jawabannya setahun sekali.

Mengelurkan zakat setahun sekali? Apakah orang miskin dapat makan layak setahun sekali? Ini pertanyaan yang menggelitik. Zakat Fitri memang setahun sekali, kalau zakat-zakat yang lainnya pernahkah dikeluarkan? Mari tradisi Idul Fitri ubah menjadi perintah sang Khaliq sehingga bukan sekedar ikut-ikutan, bukan kegiatan rutinitas setahun sekali yang tidak jelas, yang berkesan hanya cerita kemacetan di jalan, angka kecelakaan meningkat. Amiin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s