Mengenali Stres


Kehidupan modern penuh dengan berbagai kesibukan, dikejar oleh waktu, frustrasi, dan tuntutan kebutuhan hidup. Bagi banyak orang, stres sesuatu yang dianggap lumrah sudah menjadi gaya hidup. Stres tidak selalu buruk, dalam dosis kecil, dapat membantu Anda tampil di bawah tekanan dan memotivasi Anda untuk melakukan yang terbaik. Namun, bila  terus berjalan dalam kondisi darurat, pikiran dan tubuh Anda akan membayar mahal.

Jika Anda sering menemukan diri Anda merasa lelah yang kelewatan, saatnya untuk mengambil tindakan untuk membawa sistem saraf Anda kembali ke dalam keseimbangan. Anda dapat melindungi diri sendiri dengan belajar bagaimana mengenali tanda-tanda dan gejala stres dan mengambil langkah untuk mengurangi efek yang membahayakan.

Apa itu Stres?

Stress menurut transactional model dari Lazarus dan Folkman (1984) adalah tergantung secara penuh pada persepsi individu terhadap situasi yang berpotensi mengancam. Penilaian individu terhadap sumber daya yang dimilikinya menentukan bagaimana individu memandang sebuah situasi spesifik sebagai sesuatu yang dapat dikendalikan atau ancaman yang berbahaya. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa bagaimana individu mempersepsikan situasi yang dihadapinya menentukan bagaimana respon yang dimunculkan individu.

Lazarus dan Folkman (1984) juga mendiskripsikan stress sebagai segala peristiwa/kejadian baik berupa tuntutan-tuntutan lingkungan maupun tuntutan-tuntutan internal (fisiologis/psikologis) yang menuntut, membebani, atau melebihi kapasitas sumber daya adaptif individu.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan stres merupakan keadaan dan tuntutan yang melebihi kemampuan dan sumber daya adaptif individu untuk mengatasinya. Sehingga tuntutan dan keadaan (stressor) tersebut menimbulkan ketegangan baik secara fisik maupun psikis. Stress juga dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi stimulasi, kejadian, peristiwa, respon, interpretasi individu yang menyebabkan timbulnya ketegangan di luar kemampuan individu untuk mengatasinya (Rice,1994).

Dari definisi ini dapat dilihat bahwa stress mencakup dua hal yang saling berkaitan yaitu stimulasi, peristiwa, kondisi, kejadian yang menimbulkan ketegangan yang biasaanya disebut sebagai stressor, dan kedua merupakan respon.

Menurut Selye (Bell, 1996) stress diawali dengan reaksi waspada (alarm reaction) terhadap adanya ancaman, yang ditandai oleh proses tubuh secara otomatis, seperti : meningkatnya denyut jantung, yang kemudian diikuti dengan reaksi penolakan terhadap stressor dan akan mencapai tahap kehabisan tenaga (exhaustion) jika individu merasa tidak mampu untuk terus bertahan.

Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan sebagai:
1) Stimulus, yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor.

2) Respon, yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.

3) Proses, yaitu stress digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat mempengaruhi dampak stress melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.

Berdasarkan berbagai definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa stress adalah keadaan yang disebabkan oleh adanya tuntutan internal maupun eksternal (stimulus) yang dapat membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu sehingga individu akan bereaksi baik secara fisiologis maupun secara psikologis (respon) dan melakukan usaha-usaha penyesuaian diri terhadap situasi tersebut (proses).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s