Kita adalah sumber motivasi sejati


Sekarang ini, banyak orang gemar menghadiri seminar – seminar motivasi walaupun harus membayar dengan harga yang mahal karena berharap memperoleh semangat dan energi yang baru.

Apalagi kalau sang motivator atau pembicara dapat memotivasi dan menginspirasi mereka hingga menyentuh emosi yang mendalam, dari tertawa hingga bahkan menangis.

Hal ini membuat mereka menjadi tiba –tiba dalam sekejap rasanya ingin berubah dan meraih impian yang sebesar – besarnya.

Namun sayangnya seringkali bagi beberapa orang motivasi itu tidak bertahan lama, bahkan biasanya sebagian orang dalam hitungan minggu mereka mulai kembali pada pola dan kebiasaan yang lama.

Semangat untuk meraih impian mulai pudar dan biasanya mereka menunggu dipompa kembali melalui seminar motivasi berikutnya, dan hal ini biasanya menjadi suatu siklus kebiasaan.

Apakah setiap orang perlu motivator ? Atau apakah beberapa orang yang tidak mengetahui cara memotivasi diri sendiri ? Bagaimana dengan kehidupan para motivator, siapa atau apa yang memotivasi mereka ?

Pengalaman menemukan bahwa kebanyakan orang tidak mengetahui cara memotivasi diri sendiri. Ini yang membuat mereka sering menunggu dorongan dari luar.

Bahkan yang tragis mereka tidak menyadari bahwa harusnya yang menjadi “sang motivator sejati” adalah diri mereka sendiri.

Karena setiap orang pada dasarnya memiliki motivasi dalam dirinya. Sumber motivasi terbesar bukanlah dari luar tetapi ada di dalam diri setiap orang.

Semua orang dapat menjadi motivator bagi dirinya sendiri asal saja mereka tahu bagaimana membangkitkan sumber motivasi dalam diri mereka dan mengarahkannya ke sasaran yang tepat.

Anthony Robbins seorang motivator handal di dunia pernah berkata bahwa pada dasarnya setiap orang akan termotivasi karena mengejar nikmat (pleasure) dan menghindari sengsara (pain).

Jadi kita dapat memotivasi diri untuk berubah ataupun dalam hal pencapaian dengan mengasosiasikan kedua hal tersebut sebagai unsur motivasi.

Salah satu sumber motivasi yang sangat luar biasa dalam diri kita adalah motivasi karena cinta (The Power of Love Motivation). Motivasi ini yang dapat memberi kita dorongan kuat dalam berbagai hal.

Sebagai contoh seorang janda tua mampu bertahan hidup dan mencari nafkah bagi anak yang dicintainya, seorang bapak rela mengorbankan nyawanya demi keselamatan keluarganya saat terkena musibah kebakaran ataupun bangunan terkenal di dunia yaitu Taj Mahal yang kita ketahui dibangun dengan alasan cinta. Seorang tukang beca mampu menyekolahkan 3 orang anaknya sampai lulus sarjana.

Singkatnya saat kita mengerjakan apa yang kita cintai, mencintai apa yang kita kerjakan dan bekerja bagi orang – orang yang kita cintai, ini dapat menjadi motivator yang dahsyat bagi diri kita senantiasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s